Daya Tampung Lebih Banyak, Calon Murid Berkebutuhan Khusus di Kulon Progo Tidak Perlu Menunggu Lagi

Kulon Progo, Ditjen Vokasi PKPLK –  Revitalisasi Satuan Pendidikan mulai dirasakan manfaatkan oleh warga sekolah dan masyarakat. Tidak hanya ruang yang lebih nyaman dan aman, tetapi juga kapasitas sekolah yang memungkin sekolah menampung lebih banyak siswa. 

Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 1 Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi salah satu sekolah yang merasakan dampak manfaat revitalisasi untuk meningkatkan kapasitas siswa berkebutuhan khusus yang bersekolah di tempat tersebut. 

“Selama ini sekolah kami sering membatasi kuota siswa karena memang kapasitas ruang belajarnya kurang dan keterbatasan jumlah guru yang dimiliki. Banyak siswa yang harus menunggu tahun ajaran berikutnya,” kata Kepala SLBN 1 Kulon Progo, Titin Nurhayati.

Menurut Titin, sebagai satu-satunya SLB negeri di Kulon Progo, sekolahnya memang menjadi rujukan bagi para orang dari anak berkebutuhan khusus yang ada di wilayah Kulon Progo. 

“Mereka ingin sekolah di sini karena SLBN 1 Kulon Progo merupakan SLB negeri yang ditunjang dengan fasilitas yang lengkap dan memadai,” tambah Titin. 

SLBN 1 Kulon Progo juga sudah dilengkapi dengan asrama dengan prioritas siswa yang tidak mampu, selain itu sekolah ini juga memiliki keunggulan keterampilan yang diajarkan untuk membekali kemandirian anak, seperti; tata boga, tata busana, kriya kayu, pertanian, dan membatik. Selain itu, SLBN 1 Kulon Progo juga terus melahirkan murid-murid yang berprestasi antara lain pada tahun 2025 berhasil menjadi Juara 1 Lomba Hantaran Tingkat Nasional, pada tahun 2024 Juara 1 Lomba Tata Busana, dan Juara 2 Lomba Hantaran Tingkat Nasional.

Sayangnya, sekolah yang berdiri sejak 2009 ini memiliki keterbatasan ruang. Dengan jumlah murid sebanyak 214, pihak sekolah terpaksa harus menyekat beberapa ruangan agar bisa digunakan beberapa kelas sekaligus. Kondisi tersebut tentu membuat suasana belajar siswa menjadi kurang nyaman. 

Beruntung, SLBN 1 Kulon Progo menerima program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025. Dari program tersebut sekolah berhasil membangun enam ruang kelas baru lengkap dengan mebelnya.

Tidak hanya ruang kelas, sekolah juga menerima bantuan pembangunan dua ruang keterampilan. Salah satunya adalah ruang keterampilan tata boga yang menjadi lebih luas dan nyaman sebagai ruang praktik siswa. Selain itu, sekolah juga mendapat bantuan ruang UKS, serta kantin dan satu paket toilet. 

“UKS kami yang sebelumnya sangat kecil. Padahal, UKS juga digunakan sebagai ruang konsultasi dan terapi karena kami kerja sama dengan dokter dan psikolog,” tambah Titin. 

Kini selain ruang kelas yang nyaman, anak-anak juga bisa lebih nyaman saat sesi konsultasi di UKS. Sementara itu, terkait kantin, anak-anak juga kini jauh lebih nyaman dan lebih higienis. 

“Sebelumnya kan kantin kami ada di area parkir sepeda motor, jadi makannya juga kurang higienis dan pasti tidak nyaman karena memang tempatnya kurang layak sebagai kantin,” tambah Titin.

Selain itu, kantin juga menjadi tempat yang nyaman bagi orang tua murid saat menunggui putra-putri mereka. Salah satunya seperti yang dirasakan oleh Ratna Purwati. Orang tua dari Al Khafi Rafranandra ini mengaku lebih nyaman saat harus menunggu anaknya yang duduk di kelas IV, SD Luar Biasa. Sebelumnya, orang tua tidak memiliki ruang tunggu yang nyaman saat anaknya bersekolah.

Sumber: vokasi.kemendikdasmen.go.id