Tak Perlu Takut, Ikuti Tip Ini Jika Ingin Ajak ABK Iktikaf

Jakarta, Ditjen Vokasi PKPLK – Pernah berfikir bagaimana membawa anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk iktikaf? Sekilas mungkin terdengar seperti tidak mungkin? Akan tetapi, mengajak ABK ikut iktikaf di masjid sesungguhnya bukan sesuatu yang mustahil. Hanya saja diperlukan persiapan yang matang sebelum itikaf. 

Iktikaf atau ibadah berdiam diri di dalam masjid dengan niat khusus untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT biasa menjadi salah satu kegiatan yang banyak dilakukan oleh umat muslim pada hari-hari akhir bulan Ramadan. Saat iktikaf, tak jarang banyak keluarga muslim mengajak anak-anak mereka yang masih kecil untuk turut serta dalam ibadah iktikaf. Lantas, bagaimana jika mengajak ABK untuk iktikaf? 

Angga Pratama Armadi Putra, guru pendamping khusus dari Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan, Jawa Tengah, menyampaikan bahwa mengajak ABK ikut i’tikaf di masjid bukan sesuatu yang mustahil. Namun orang tua perlu mempersiapkan aktivitas ini dengan matang sehingga kegiatan i’tikaf bisa menjadi pengalaman ibadah tersendiri bagi anak. 

“Biasanya anak-anak berkebutuhan khusus kalau berhubungan tentang keagamaan ini anteng. Kalau kita bilang akan ke masjid biasanya  mereka langsung antusias, dan saat iktikaf mereka juga duduk anteng,” kata Angga. 

Meskipun sangat memungkinkan untuk mengajak ABK untuk iktikaf, menurut Angga, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh para orang tua sebelum mengajak putra-putri mereka yang berkebutuhan khusus untuk iktikaf. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah dengan memberikan penjelasan terlebih dahulu terkait iktikaf. 

Menurut Angga, orang tua harus memberikan penjelasan terlebih dahulu kepada si anak sebelum mengajak anak itikaf. Selain tentang apa itu iktikaf, orang tua juga perlu menjelaskan berbagai aktivitas apa yang akan dilakukan selama iktikaf, termasuk hal-hal yang boleh ataupun tidak boleh dilakukan saat iktikaf. 

“Dengan diberi penjelasan terlebih dahulu, anak-anak juga bisa menjadi tertarik dan antusias dan itu menjadi modal penting untuk menjaga mood dari anak ini,” kata Angga. 

Selain penjelasan tentang, hal lain yang tidak kalah penting saat mengajak ABK iktikaf adalah untuk membawa barang atau benda kegemaran si anak. Misalnya adalah dengan membawa mainan anak, bantal guling, dan sebagainya. 

Orang tua, lanjut Angga, juga perlu untuk menciptakan lingkungan yang nyaman selama iktikaf. Orang tua bisa memikirkan opsi untuk mencari masjid yang tidak terlalu ramai untuk itikaf. Dengan kondisi yang nyaman, ABK tidak mudah stress dan orang tua bisa beribadah dengan tenang. 

Masih menurut Angga, orang tua juga perlu memberikan reward atau hadiah jika anak berhasil mengikuti rangkaian aktivitas i’tikaf dengan baik. 


“Jadi, ketika mission accomplished, maka perlu diberi reward, tapi reward-nya bukan berupa jajan atau makanan. Mungkin bisa diajak jalan-jalan bersama orang tua,” ujar Angga.

Sumber: vokasi.kemendikdasmen.go.id