Genteng – Bagi SLB PGRI Genteng, membimbing Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) bukan sekadar mentransfer ilmu, melainkan sebuah perjalanan panjang untuk membentuk karakter dan kemandirian. Sesuai dengan visi dan motto sekolah, setiap siswa dilatih untuk memiliki kemampuan hidup yang mandiri melalui kreasi yang nyata.
Kekuatan Pembiasaan dan Deep Learning
Mendidik anak berkebutuhan khusus menuntut pendekatan yang berbeda. Pendidik di SLB PGRI Genteng menerapkan metode Drill atau pembiasaan. Melalui kegiatan yang dilakukan secara rutin dan berulang-ulang, suatu keterampilan tidak hanya diingat, tetapi juga menjadi kegemaran dan kebiasaan yang melekat pada diri siswa.
Namun, pembiasaan saja tidak cukup. Sekolah juga menerapkan metode Deep Learning dalam pembelajaran life skill. Di sini, siswa tidak hanya menghafal prosedur secara kaku, tetapi dibimbing untuk memahami makna dan tujuan dari setiap keterampilan yang mereka pelajari. Dengan guru sebagai fasilitator, siswa diajak langsung dalam praktik nyata agar kemampuan tersebut lebih mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kreativitas sebagai Kunci Adaptasi
Kemandirian hidup membutuhkan kemampuan berkreasi. Di SLB PGRI Genteng, siswa didorong untuk memikirkan ide-ide baru, berimajinasi, dan menghasilkan karya kreatif. Dengan kemampuan berkreasi, seorang individu akan lebih siap menghadapi tantangan hidup, berpikir kritis, dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi.
Pendidik percaya bahwa kemandirian belajar lahir saat siswa mampu berinisiatif memenuhi kebutuhannya tanpa bergantung sepenuhnya pada orang lain.

Dari Dapur ke Pasar: Praktik Susu Sari Kedelai
Sebagai langkah nyata, SLB PGRI Genteng mengadakan pelatihan keterampilan (training life skill) pembuatan susu sari kedelai. Proses ini dilakukan secara menyeluruh:
- Persiapan: Mengenal alat dan bahan yang dibutuhkan.
- Proses: Memahami langkah-langkah pembuatan yang higienis.
- Pemasaran: Melatih mentalitas berwirausaha dengan mengenalkan produk ke pasar.
Inisiatif ini bukan sekadar membuat minuman, melainkan media bagi siswa untuk belajar tentang tanggung jawab, ketelitian, dan kemampuan membaca peluang lingkungan. Melalui segelas susu kedelai, SLB PGRI Genteng sedang merajut masa depan siswanya agar mampu berdiri tegak dan mandiri di tengah masyarakat.





