Tuban – Upaya menciptakan kemandirian bagi penyandang disabilitas terus digalakkan oleh satuan pendidikan luar biasa. Salah satu terobosan signifikan datang dari SLB ABD Negeri Tuban melalui peluncuran Program Magang Disabilitas (PROGADIS). Program ini dirancang sebagai jembatan bagi peserta didik untuk memasuki dunia kerja yang inklusif dan profesional.
SLB ABD Negeri Tuban, yang terletak di Jalan Wahidin Sudirohusodo, merupakan lembaga pendidikan yang melayani klasifikasi murid Tunanetra, Tunarungu, dan Tunadaksa. Dengan luas lahan mencapai 8.000 m² dan predikat sebagai Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) 2026, sekolah ini mengintegrasikan potensi alam dengan pendidikan vokasi yang kuat.
Kurikulum Berbasis Keterampilan (Vokasi)
Berdasarkan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP), SLB ABD Negeri Tuban menerapkan porsi pendidikan vokasi yang berjenjang:
- SDLB: 30% pengembangan seni dan budaya.
- SMPLB: 60% pendidikan keterampilan.
- SMALB: 70% fokus pada pendidikan vokasi dan kesiapan kerja.
Berbagai bidang keterampilan yang ditawarkan meliputi Tata Boga, Tata Busana, Tata Graha, Tata Rias, Desain Grafis, IT, Membatik, Budi Daya Tanaman Hortikultura, Perikanan, hingga Seni Lukis. PROGADIS hadir untuk mendalami materi-materi tersebut melalui praktik langsung di lapangan.
Tujuan dan Manfaat PROGADIS
Program yang diinisiasi oleh Vetra El Rahma, S.Pd., M.Pd., bersama tim penyusun ini memiliki target utama untuk menginternalisasi nilai karakter, disiplin, dan tanggung jawab (soft skills) serta menerapkan kemampuan teknis (hard skills) sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) di dunia kerja.
Manfaat bagi pemangku kepentingan:
- Bagi Murid: Meningkatkan etos kerja, kepercayaan diri, dan jiwa kewirausahaan melalui pengalaman nyata.
- Bagi Sekolah: Meningkatkan kualitas lulusan dan kredibilitas sekolah di mata masyarakat.
- Bagi Dunia Kerja: Memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk mengenal potensi calon karyawan serta membangun citra positif melalui implementasi lingkungan kerja inklusif.
“PROGADIS adalah upaya memastikan lulusan SMALB memiliki kemandirian ekonomi sehingga mampu bekerja atau berwirausaha tanpa membebani keluarga maupun masyarakat,” ujar Vetra El Rahma dalam laporannya.
Penjaminan Mutu dan Sasaran Program
Untuk menjaga kualitas lulusan, pelaksanaan PROGADIS melibatkan kolaborasi ketat antara pemerintah daerah, pihak sekolah, koordinator program, serta guru pendamping. Adapun sasaran utama program ini adalah peserta didik kelas XI SMALB yang telah memiliki kompetensi memadai pada mata pelajaran keterampilan pilihan.
Menuju Masa Depan Inklusif
Rencana keberlanjutan PROGADIS tidak hanya berhenti pada masa magang. Program ini diharapkan menjadi jembatan bagi alumni untuk terserap sebagai tenaga kerja profesional.
Hal ini sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang mewajibkan:
- Pemerintah dan BUMN: Wajib mempekerjakan minimal 2% penyandang disabilitas dari total pegawai.
- Sektor Swasta: Wajib mempekerjakan minimal 1% penyandang disabilitas.
Melalui PROGADIS, SLB ABD Negeri Tuban optimis dapat mencetak generasi disabilitas yang berdaya, berprestasi, dan siap berkontribusi bagi kemajuan ekonomi nasional.




