Wamendikdasmen Resmikan Hasil Revitalisasi 25 Satuan Pendidikan di Sumatra Barat

Padang, 5 Januari 2026 — Pemerintah terus memperkuat kualitas dan pemerataan layanan pendidikan melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, meresmikan secara simbolis hasil program revitalisasi bagi 25 satuan pendidikan di Provinsi Sumatra Barat yang dipusatkan di SMK Negeri 1 Sumatra Barat, Kota Padang, Senin (5/1).

Program revitalisasi ini mencakup pembangunan dan perbaikan berbagai sarana dan prasarana pendidikan, meliputi ruang kelas, toilet siswa, Unit Kesehatan Sekolah (UKS), perpustakaan, ruang praktik siswa, serta fasilitas pendukung pembelajaran lainnya. Melalui program ini, pemerintah berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang lebih layak, aman, dan kondusif bagi peserta didik dan tenaga pendidik.

Adapun 25 satuan pendidikan penerima program revitalisasi di Sumatra Barat tersebut meliputi: TK Negeri V Padang; SDN 29 Ulak Karang Utara; SDN 16 Pagambiran; SDN 12 Sungai Lareh; SDN 29 Purus; SDN 13 Sungai Beremas; SDN 17 Kayu Aro; SDN 33 Ikur Koto; SMPN 43 Padang; SMPN 11 Padang; SMPN 33 Padang; SMAN 4 Padang; SMAN 17 Padang; SMAN 11 Padang; SMAN 6 Padang; SMAS Adabiah Padang; SMKN 1 Sumatera Barat; SMKN 4 Padang; SMKN 1 Padang; SMKN 6 Padang; SMKN 7 Padang; SLBN 1 Padang; SLBN 2 Padang; SKB Wilayah 1 Padang; serta SKB SPNF Wilayah 2 Padang.

Dalam sambutannya, Wamen Atip menegaskan bahwa program revitalisasi merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menerjemahkan amanat konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Program revitalisasi ini berangkat dari kesadaran bahwa tidak mungkin suatu bangsa bisa maju tanpa didukung oleh fasilitas pendidikan yang layak. Selama puluhan tahun, banyak sekolah kita tidak tersentuh perbaikan. Karena itu, Presiden meluncurkan program revitalisasi sarana pendidikan ini sebagai ikhtiar besar untuk mempercepat perbaikan kualitas layanan pendidikan,” ujar Wamen Atip.

Ia menjelaskan bahwa melalui skema swakelola, pemerintah dapat meningkatkan efisiensi dan memperluas jangkauan pembangunan sarana pendidikan. Pada tahun sebelumnya, dengan anggaran sekitar Rp16,9 triliun, program ini mampu merevitalisasi lebih dari 16 ribu satuan pendidikan, jauh lebih banyak dibandingkan skema konvensional.

“Dengan skema swakelola, biaya nonteknis bisa ditekan sehingga anggaran lebih efektif untuk pembangunan. Ke depan, revitalisasi ini akan terus kita evaluasi dan perbaiki agar kualitasnya tetap terjaga dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh sekolah,” tambahnya.

Wamen Atip menekankan bahwa revitalisasi tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga harus diiringi dengan penguatan karakter dan ekosistem pendidikan.

“Selain revitalisasi fisik, kita juga perlu melakukan revitalisasi nonfisik, terutama dalam membangun karakter peserta didik dan mencegah masuknya paham serta praktik yang menyimpang di lingkungan pendidikan,” tegasnya.

Kepala SMK Negeri 1 Sumatra Barat, Zulkifli, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah melalui program revitalisasi. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2025 sekolahnya memperoleh enam paket bantuan revitalisasi dengan total nilai sekitar Rp6,96 miliar.

“Kami menerima bantuan berupa tiga Ruang Praktik Siswa untuk Teknik Elektronika Industri, Teknik Alat Berat, serta Teknik Listrik dan Tata Udara; enam ruang kelas baru; satu UKS; dan lima paket toilet siswa. Seluruh pekerjaan telah selesai dan dilaporkan pada November 2025. Bantuan ini sangat berdampak terhadap peningkatan motivasi guru dan siswa dalam proses pembelajaran,” ujar Zulkifli.

Ia menambahkan bahwa dengan fasilitas yang lebih modern dan representatif, SMK Negeri 1 Sumatra Barat semakin siap menyiapkan lulusan yang kompeten dan mampu bersaing di dunia usaha dan dunia industri.

Sementara itu, Muhammad Rasya, siswa kelas XI jurusan Mekatronika SMK Negeri 1 Sumatra Barat, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan revitalisasi yang diterima sekolahnya.

“Kami sangat senang karena sekarang memiliki ruang praktik dan fasilitas yang lebih baik. Ini membuat kami lebih semangat belajar dan lebih mudah memahami pelajaran praktik. Semoga ke depan kami bisa semakin meningkatkan kemampuan kami,” ujarnya.

Melalui program Revitalisasi Satuan Pendidikan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus merealisasikan program prioritas Presiden Republik Indonesia dalam mempercepat pemerataan dan peningkatan kualitas sarana pendidikan di seluruh Indonesia. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Kemendikdasmen untuk mewujudkan “Pendidikan Bermutu untuk Semua” melalui penguatan akses, keberlanjutan, dan pemerataan layanan pendidikan bagi seluruh satuan pendidikan.

Sumber: Siaran Pers Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor: 10/sipers/A6/I/2026

#PendidikanBermutuuntukSemua

#KemendikdasmenRamah